Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Jumat, 22 Juli 2011

GAUL TAPI SYAR’I


Setiap manusia adalah : ingin saling mengenal, berteman, bersahabat atau bergaul (gaul). Apalagi di kalangan kaum muda yang memang sedang dalam tahap pencarian identitas. Ajaran Islam sejak awal telah memberikan rambu-rambu bagaimana bergaul secara aman dan baik (islami). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rosulullah saw bersabda : ”Seseorang akan selalu berada dalam kebaikan dan keburukan temannya. Maka hendaklah seseorang melihat (memperhatikan) siapa yang ia temani(HR.Abu Daud, Ahmad, dan Tirmidzi). Atau dalam pepatah Arab dikatakan :”Al mushohabatu tasriiqut thobi’ah – persahabatan itu mencuri tabiat. Dari kedua hadits tsb sangat jelas memberikan isyarat kepada kita akan perlunya memilih lingkungan yang kondisif, bukan hanya sekedar siapa teman kita, akan tetapi kultur apa yang akan kita terima sebagai basis pergaulan kita.
Permasalahan kita yang sekarang terjadi adalah fenomena dimana hampir sebagian besar kaum muslimin khususnya para generasi muda melakukan banyak kekeliruan-kekeliruan dalam pergaulannya. Mereka tidak lagi mengindahkan batas-batas syar’i (agama) sebagai panduan pergaulannya. Bahkan mungkin mereka justru tidak memahami norma-norma syari’at yang mengatur kehidupannya. Akibatnya, mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas, tanpa batas moral, tanpa etika, tanpa harapan dan cita-cita. 
Mereka barangkali bukan pihak yang serta merta disalahkan, karena penyebabnya sangat kompleks diantaranya adalah derasnya invasi budaya/pemikiran asing (ghozwul fikri) ke dalam tubuh kaum muslimin dengan melalui beragam media, minimnya keteladanan, lemahnya supremasi hukum dll.. Dampak negatif dari “gaul” yang tidak syar’i khususnya bagi generasi muda muslim, sungguh sangat dahsyat, diantaranya adalah : tercerabutnya jati diri Islami pada generasi muda kita, kehancuran akhlak, free sex, narkoba, tindak kekerasan, pengecut, pemalas, perusak, lemah, bodoh, tidak punya pendirian, tidak percaya diri, mudah terbawa arus, terbuai oleh mimpi-mimpi indah, tidak kreatif dll. Sedangkan karakteristik pemuda yang ideal adalah : pemberani, energik, pembaharu, kuat, moralis, istiqomah, kritis.

Gaul tapi Syar’i
Lalu bentuk pergaulan yang seperti apa yang selaras dengan nilai-nilai syar’i ? Sebenarnya pertanyaan ini sederhan kalau kita mengacu pada kesadaran moril kita sebagai kaum muslimin terhadap nilai-nilai Islam yang sudah seharusnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah ada seorang sahabat bertanya kepada Aisyah ra, :”Ya Aisyah kaifa kaana khuluquhu – ya Aisyah bagaimana akhlaq Rosulullah?”. Aisyah menjawab :”Kaana khuluquhul qur’aan – akhlaq Rosulullah adalah Al-Qur’an. Mengacu kepada makna hadits tsb, pergaulan yang syar’i adalah sebuah bentuk pergaulan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam atau yang berlandaskan Al-qur’an dan contoh Rosulullah saw (as-sunnah).

Fenomena prilaku yang merugikan dalam Gaul yang negatif  dan tidak sayar’i :

1.       Berlebihan dalam menonton TV
Bpk.Amidhan, Ketua MUI :”TV saat ini bisa dikatakan telah menggantikan peran Ulama, guru dan Orang Tua. Karena keberadaannya selama 24 jam dapat mempengaruhi mental dan moral remaja dan anak-anak (Media Indonesia, 15 Oktober 2005). Tayangan TV yg potensial merusak : adegan kekerasan, percintaan, mistis, kehidupan hedonis, pornoaksi dan pornografi dll.(lihat QS.Al-A’raf : 179)

2.       Dampak negatif iklan : Enjoy aja !
Secara psikologis pola pikir ini ternyata lebih banyak mudlorotnya dari pada maslahatnya. Akibatnya mereka ingin hidup tanpa beban, bebas, hidup tanpa tujuan yang jelas, terkadang bingung untuk melangkah dst. Maulana Wahidudin Khan dalam bukunya Psikologi Kesuksesan mengatakan bahwa sebuah dokar yang berjalan menempuh arah yang jelas akan lebih berarti dibandingkan pesawat jet yang berjalan tanpa arah dan tujuan.(lihat QS.Al-Hasyr : 18)

3.       Selogan :Sekarang ini zaman sudah edan, kalau tidak ikutan edan maka tidak kebagian”.
      Akibatnya anak muda yang rajin belajar, rajin beribadah, rajin ngaji bertingkah laku santun, di cap sebagai anak muda yang kampungan, kuper, kuno dan sebutan lainnya. Akan tetapi anak muda yang berpenampilan layaknya artis, belahan atas bawah, puser kelihatan, celana belel, rambut funky, daun telinga ditindik lima, merokok, minum-minuman keras, hura-hura, keluar masuk diskotik, mejeng di mal-mal, mereka mengatakan bahwa yang begini yang namanya anak gaul. (lihat QS.Al-Baqoroh : 120)

4.       Krisis Idola.
      Banyak anak remaja sekarang kehilangan figure yang tepat. Mereka lebih mengidolakan para selebriti dunia entertaint dari pada di bidang akhlak dan sains. Demi meniru life style idola pujaannya apapun dia lakukan, walaupun harus tekor (hutang), sebagaimana selogan yang akrab di telinga kita : ”Biar tekor asal kesohor”. Mereka ingin dikatakan ngeterend dan terkenal. Padahal idola kita seharusnya adalah Rosullah saw, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan tang baik bagimu…” (QS.Al-Ahzab : 21).

5.       Gaya menyerupai jenis kelamin yang lain.
      Laki-laki meniru-niru gaya perempuan dan sebaliknya. Di bulan suci Ramadhan ini, hampir semua TV menayangkan dagelan-dagelan dengan pemain ala waria, padahal Rosulullah saw mengutuk perbuatan tsb.”Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita”. (HR.Ahmad).

6.       Budaya berpikir instan.
      Ingin hidup enak tapi tanpa kerja keras, akibatnya dengan melakukan jalan pintas misalnya : terlalu mengandalkan akses (kekayaan) OT, menjual harga diri, penipuan, budaya nyontek dll. Semboyan yang berlaku di kalangan mereka adalah ;”Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk syurga”. Padahal kesuksesan kita harus berdimensi lahir batin, oleh karena itu harus dengan upaya kerja keras dan tentunya yang halal.

7.       Kecanduan nongkrong.
      Sering kita saksikan di sudut-sudut gang terutama di malam hari, anak-anak usia remaja sembari kongkow-kongkow – genjrang genjreng, tertawa-tawa sambil merokok, minum, main kartu dll menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Padahal Rosul bersabda :”Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu : gunakan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu, gunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, gunakan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, gunakan waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, gunakan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu(HR.Hakim, Baihaki).

8.       So’ modern.
      Kita sering salah tafsir bahwa berpakaian atau life style seperti orang barat itu disebut modern. Padahal itu adalah westernisasi. Modern identik dengan perkembangan iptek. Masyarakat modern berarti masyarakat yang berpikiran maju, dinamis dan berkembang, bukan pada asessoris yang merusak akhlak.”Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga andaikan mereka memasuki lubang biawak, kalian akan memasukinya juga.”Sahabat bertanya :”Wahai Rosulullah apakah mereka Yahudi atau Nashroni ?”.Beliau bersabda :”Siapa lagi ?” (HR.Bukhori Muslim).

9.       Sering kita dengar : Gaul dong, jngn kuper ntar ngak punya teman !.
      Boleh saja kita gaul dengan semua segmen terutama dalam rangka on mission (da’wah). Untuk sahabat harus kita cari yang bisa membawa iman kita tetap stabil. Pesan Rosul :”Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan pembawa minyak wangi dan peniup tungku api (pandai besi). Pembawa minyak wangi bisa saja memberi (minyak wangi) padamu, serta engkau mencium semerbak wangi darinya. Sedangkan peniup tungku api , bisa saja membakar baju anda, dan anda pun mencium bau tidak sedap darinya”(HR.bukhori Muslim).

10.    Ngumbar Aurat.
      Khusus bagi muslimah hendaknya sopan dalam berpakaian, lebih indah lagi kalau sudah siap menutup aurat. Banyak temen-temen remaja kita berpakaian seolah-olah kurang bahan, semua titik-titik rawan kelihatan dan menjadi konsumsi publik. “Hai Nabi ! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak gadismu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutup tubuhnya dengan jilbab. …” (QS.Al-Ahzab : 59).

11.    Ada semboyan : “Kelapa muda kupas-kupasin, kelapa tua tinggal batoknya – Selagi muda puas-puasin, sudah tua tinggal bongkoknya”.
      Ini semboyan gaul yang membahayakan. Boleh saja kita puas-puasin tapi asal yang positif jangan hal yang negatif. Misalnya : puas-puasin menuntut ilmu, belajar yang bermanfaat untuk masa depan, puas-puasin ibadah, beramal sholeh dsb.Lihat hadits Rosul pada point 7 diatas.

12.    Pacaran yang sudah menjadi budaya.
      Di era tahun 70 an, pacaran masih dianggap perbuatan yang tercela. Tapi sekarang, malu kalau belum punya pacar, bahkan OT kita pun akan malu anaknya belum punya gebetan. Yang lebih parah pacaran jaman sekarang seperti layaknya sudah suami istri – kenal luar dalam. Akhirnaya muncullah tragedy MBA (Married by Accident) – hamil duluan sebelum nikah. Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk (QS.Al-Isro : 32). Dalam sebuah hadits :”Jika kepalamu ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita bukan muhrim”(HR.Thabrani & Baihaqi).

13.    Kecanduan film porno.
      Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan, pergaulan bebas, free sex, penyimpangan sex,  dilakukan setelah si pelaku termotivasi akibat nonton film-film porno. Yang menyedihkan adalah Indonesia merupakan negara pemasok gambar cabul untuk sebuah situs pornografi internet terbesar di dunia.”Apabila perzinahan (pelacuran/pergaulan bebas) sudah meluas di masyarakat dan dilakukan secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit yang mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada zaman nenek moyangnya akan menyebar diantara mereka”(HR.Ibnu Majah & Baihaqi).

14.    Coba-coba menjadi perokok.
      Sekedar ingin dibilang sudah gede, dewasa, ingin dianggap jantan atau macho,  lalu coba-coba untuk merokok. Di Indonesia merokok masih dianggap makruh (dibenci), padahal di negara-negara timur tengan sudah dianggap haram. Menjadi aib kalao ada seorang Ustadz merokok. Survey yg pernah dilakukan salah seorang aktifis LSM, terhadap para siswa/I di SMA Negeri/Swasta di Jakarta (Thn 2005) menunjukkan 66,6 % pelajar laki-laki pernah merokok. 14,8% pelajar wanita pernah merokok. Dalam rokok mengandung 4000 macam bahan kimia berbahaya,diantaranya nikotin, tar, karbon monoksida, benzen, nikrosamin dll, yang akibatnya akan dirasakan 10 – 20 thn yad. Dari Ummu Salamah ra ;”Rosulullah saw telah melarang semua yang memabukkan dan mencelakakan al-muftir (Hadits Shohih riwayat Abu Dawud).

15.    Coba-coba minuman keras (khomer), narkoba & terseret arus judi.
      Banyak anak remaja yang merasa gagah kalau mabuk-mabukan, merasa jentle/jantan. Padahal tanpa disadari akan merusak system syaraf dan psikologisnya, sehingga kalau sudah kecanduan maka dia akan menjadi pribadi penakut, minder dan tidak PD. Yang lebih menyedihkan lagi adalah angka penyalah guna narkoba 1,5% dari penduduk Indonesia atau 2,3 juta orang sebagian besar adalah usia muda. Setiap tahunnya 15.000 nyawa melayang karena narkoba. Begitupun dengan judi, adalah penyakit tua yang sangat berbahaya. Lebih bahaya lagi kalau mentalitas judi sudah merasuk pada semua aspek.”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomer (arak), berjudi, …. Adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan.Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan (QS.Al-Maidah : 90).

16.    Bahaya Ikhtilat (bercampur laki dengan perempuan).
      Islam sejak dini melarang bentuk-bentuk pendekatan zina, semisal ikhtilat (percampuran tanpa batas syar’I antara laki-laki dengan perempuan).”Dan janganlah kamu mendekati zina …(QS.17:32). Akibat ikhtilat di semua sector, maka terjadilah pergaulan bebas, sex bebas, hamil di luar nikah, aborsi, pelacuran dst. Media Indonesia, 8 Maret 2005 melansir bahwa 10% remaja setuju dengan sex di luar nikah, 71% dari yg pernah berpacaran pernah melakukan hubungan sex. Dengan pacarnya. Di Jawa Barat : 5,6 % dari 8,7 juta remaja telah melakukan sex bebas pra nikah.

17.    Serangan dahsyat Ghozwul Fikri : food, fashion, film, song, sex, sport, art, education.
      Invasi militer dianggap tidak efektif untuk melemahkan kaum muslimin, maka dirancanglah strategi baru dengan invasi pemikiran (ghozwul fikri). Media yang dipakai diantaranya : food, fashion, film, song, sex, sport, art, education dll. (lihat QS. 2:120 / 2:217). Zweimer, seorang yahudi missionaries berkata pada sebuah konfrensi di Yerussalem (1933) :”Sesngguhnya tugas kalian adalah mengeluarkan kaum muslimin dari agamanya supaya dia menjadi seorang makhluk yang tidak ada hubungannya dengan Allah”

18.    Dll.

Solusi bagi pergaulan yang syar’i :

Diantara solusi untuk menciptakan kehidupan pergaulan remaja yang syar’i yakni dengan kembali kepada tuntunan Rosulullah saw dalam bergaul. Dan diantara sarana yang tepat untuk merealisasikan maksud tersebut tidak lain hanya dengan menempuh proses interaksi dan internalisasi yang mendalam dan kontinyu dengan nilai-nilai Islami. Salah satu wadah yang tepat untuk menempa proses tersebut adalah dengan melalui Tarbiyyah Islamiyyah yang bersifat :
1.       Mustamiroh (terus menerus tanpa henti)
2.       Takwiniyyah (berorientasi pada pembentukan kepribadian bukan hanya transfer ilmu)
3.       Mutadarrijah (bertahap dan memiliki program yang jelas)
4.       Kaaffah (menyeluruh tidak juziyyah atau parsial)

Sedangkan karakternya adalah :
1.       Robbaniyyah : dalam materi, tujuan, sasaran, motivasi, metode dan caranya.
2.       Akhlaq sebagai sarana : berorientasi pada akhlak baik dalam proses maupun hasil-hasilnya.
3.       Syumuliyyah : adanya kemenyeluruhan (keseimbangan) dalam pembinaan baik ruhiyyah, fikriyyah maupun jasadiyyah/harokiyyah.
Oleh : H. Abdul Kholik, S.Pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar