Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 28 Juli 2011

Doa yang Menggetarkan

Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yang masih kanak-kanak melaksanakah semua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat telah membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.
Namun sungguh menakjubkan, di usianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya –agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat-, “Ibu, dengan shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat; waktuku teratur dengan baik, PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain.”
Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya –untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yang dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya- ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya.
Sang suami berusaha menghibur istrinya yang cemas dengan mengatakan, “Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak-kanak. Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula.”
Hati pun terus bergulir, ucapan sang suami yang menjadi harap sang ibu belum juga muncul tanda-tanda akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk selalu shalat berjamaah di masjid.
Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, taku dan cemas membayangi hatinya.
Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yang terbuka saat terdengar lamat-lamat kata bercampur isak tangis. Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa, “Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk kepada ayahku ! sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka.”

Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati. Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya.
Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya, “Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku.”

Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kepada buah hatinya, “Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu.”
Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah-perintah Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya. Subhanallah.

Akhukum fillah, Ibnu Abdul Bari el `Afifi,

10 Sholat Yang Tidak Diterima oleh Allah SWT

Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."

10 Pesan untuk Kita

1. Apabila mendengar azan, segeralah mendirikan solat walau dalam
keadaan apapun

2.Bacalah al-Qur'an, cermati, dengar atau berzikirlah pada Allah,
dan Janganlah habiskan waktumu terhadap sesuatu yang tidak berguna

3. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk bertutur dalam bahasa Arab yang fasih karena bahasa Arab yang betul itu, merupakan syiar Islam.

4. Janganlah banyak berdebat dalam setiap hal karena berdebat tidak bisa mendatangkan kebaikan

5. Janganlah banyak tertawa karena hati yang sentiasa berhubung
dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6.Janganlah bergurau karena sesungguhnya umat pejuang hanya mengenal keseriusan

7. Janganlah keraskan suaramu melebihi hajat pendengar, karena itu mengganggu

8. Jauhilah menggunjing, melukai hati pihak-pihak lain, jangan berbicara kecuali dengan kebaikan

9.Berkenalanlah dengan siapa saja yang ditemui
walaupun dia tidak meminta, karena asas
gerakan dakwah kita ialah berkasih sayang dan saling mengenal

10. Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia; oleh karena itu tolonglah saudaramu agar mereka dapat memanfaatkan waktunya; dan jika anda mempunyai tugas sendiri,
ringkaskanlah pelaksanaannya.

Hasan Al Banna

DOA Harian Ramadhan


  • Doa Hari Pertama
Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.

  • Doa Hari Kedua
Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

  • Doa Hari Ketiga
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan- Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

  • Doa Hari Keempat
Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

  • Doa Hari Kelima
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba- Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

  • Doa Hari keenam
Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

  • Doa Hari Ketujuh
Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.
  • Doa Hari Kedelapan
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

  • Doa Hari Kesembilan
Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda- Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

  • Doa Hari Kesepuluh
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.

  • Doa Hari Kesebelas
Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu) dengan pertolongan- Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

  • Doa Hari Kedua Belas
Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

  • Doa Hari Ketiga Belas
Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu) , dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak dengan pertolongan- Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.

  • Doa Hari keempat Belas
Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahan ku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.

  • Doa Hari Kelima Belas
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan- Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.

  • Doa Hari Keenam Belas
Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.

  • Doa Hari Ketujuh Belas
Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

  • Doa Hari Kedelapan Belas
Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.

  • Doa Hari Kesembilan Belas
Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalan kepada kebenaran yang nyata.

  • Doa Hari Kedua Puluh
Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.

  • Doa Hari Kedua Puluh Satu
Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.

  • Doa Hari Kedua Puluh Dua
Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah- Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.

  • Doa Hari Kedua Puluh Tiga
Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.

  • Doa Hari Kedua Puluh Empat
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.

  • Doa Hari Kedua Puluh Lima
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.

  • Doa Hari Kedua Puluh Enam
Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.

  • Doa Hari Kedua Puluh Tujuh
Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah
dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba- Nya yang salih.

  • Doa Hari Kedua Puluh Delapan
Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.

  • Doa Hari Kedua Puluh Sembilan
Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba- Nya yang Mukmin.

  • Doa Hari Ketiga Puluh
Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sumber: Kafemuslimah.com

Indahnya ‘SURAT CINTA’ Itu.

Dalam surat Al Anfal ayat 2, di jelaskan tentang ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta:
1. Jika disebut nama yang dicintai bergetar hatinya
2. Jika dibaca surat cintanya bertambah cintanya
3. Menuruti setiap permintaan orang yang dicintainya 


Bisa dikatakan bahwa Al-Qur’an merupakan “Surat Cinta” dari Allah SWT. Mari kita  merenung dengan beberapa pertanyaan :
-Sudahkah kita mengenalnya ??
-Sudahkah kita membacanya ??
Jika iya, sudahkah dengan tajwid??
-Sudahkah kita mentadaburinya ??
-Sudahkah kita melaksanakan isinya ??
-Sudahkah kita menda’wahkan apa yang ada didalamnya ??



Jawaban dari semua pertanyaan diatas, bisa dijawab dengan beberapa ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits :
-Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, ( Q.S. Al-Baqarah : 2 )
-Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci? ( Q.S. Muhammad : 24 )
-Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. ( Q.S. Ah-Shof : 2-3 )
-“Terangilah rumahmu dengan sholat dan bacaan Al-Qur’an . Ibadah ummatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an” ( HR. Al-Baihaqi ) 




Dalam membaca Al-Qur’an, tidak boleh sembarangan, ada adab-adab yang harus diperhatikan. Adab-adab membaca Al Quran diantaranya :
• Membaca ta'awwudz sebelum membaca Al Quran: 16:98
• Orang berhadas menyentuh Al Quran: 56:79
• Khusuk saat mendengar Al Quran: 7:204, 8:2, 17:107, 17:109, 25:73, 32:15, 39:23, 46:29, 57:16, 59:21, 94:7
• Menghayati bacaan Al Quran: 4:82, 18:54, 23:68, 25:73, 47:24, 59:21, 73:4
• Menangis saat membaca atau mendengar Al Quran: 5:83, 53:60
• Memperindah suara bacaan Al Quran: 73:4
• Membaca Al Quran dengan suara keras: 17:110
• Selalu mengingat dan membaca Al Quran: 33:34
• Membaca Al Quran di malam hari: 3:113, 52:49
• Lupa hafalan Al Quran (sebagian atau seluruhnya): 87:7
• Berbuat sesuai dengan Al Quran: 2:121, 3:7, 3:31, 36:11, 43:43

Pena Telah Kering dan Lembaran Telah Dilipat


Segala sesuatu itu ada dan akan terjadi sesuai dengan ketentuan qadha dan qadar. Ini merupakan keyakinan setiap muslim, para pengikut setia Rasulullah SAW. Yakni keyakinan mereka bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak akan pernah ada dan terjadi tanpa sepengetahuan, izin dan ketentuan Allah SWT.

”Tiada suatu bencana pun yang terjadi di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab Lauh al-Mahfudz sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS Al-Hadid: 22)

”Dan, sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS Al-Baqarah: 155)

Cobaan bagi seorang mukmin adalah kebaikan, “Sungguh unik perkara orang mukmin itu! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itupun sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin,” demikian Rasulullah bersabda.

Rasulullah juga telah berpesan, “Jika engkau memohon, maka memohonlah kepada Allah, jika engkau minta pertolongan mintalah kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu niscaya mereka tidak akan mampu memberikannya, selain yang telah ditetapkan Allah bagimu. Dan, seandainya mereka semua berkumpul untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu selain yang telah ditetapkan Allah atasmu. Pena-pena telah kering dan lembaran-lembaran telah dilipat.”

Dalam sebuah hadits shahih yang lain disebutkan, “Ketahuilah bahwa apa yang akan menimpamu tidak akan pernah luput dan apa yang tidak akan menimpamu tidak akan pernah menimpamu.”

Pernah pula Rasulullah mengatakan pada sahabatanya yang mulia, “Pena telah kering, wahai Abu Hurairah, berkaitan dengan apa yang akan engkau hadapi.”

Di lain waktu Rasulullah memberikan panduan, “Kejarlah apa yang bermanfaat untukmu, dan mintalah pertolongan kepada Allah. Jangan mudah menyerah dan jangan pernah berkata, 'Kalau saja aku melakukan yang begini pasti akan jadi begini.' Tapi katakanlah, 'Allah telah mentakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki pasti akan Dia lakukan.'”

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah dia bersabda, “Allah tidak menentukan sebuah qadha bagi hamba kecuali qadha itu baik baginya.”

Berkaitan dengan hadist ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimyah pernah ditanya, "Apakah maksiat itu baik bagi seorang hamba?" Beliau menjawab, "Ya! Namun dengan syarat dia harus menyesali, bertaubat, beristighfar, dan merasa sangat berasalah."

Allah berfirman, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah: 216)

***

[Laa Tahzan karya Dr. Aidh Al-Qarni, terbitan Qisthi Press][eramuslim]

Tiga Kata Ajaib

Manusia adalah makhluk yang perasa. Tentu saja karena memiliki hati. Hal inilah yang menentukan damai atau tidaknya sebuah kehidupan. Terutama kehidupan sosial.

Mungkin kita pernah memiliki konflik dengan orang lain di dalam perjalanan hidup kita. Namun itu adalah wajar. Tak ada orang hidup tanpa masalah. yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita bisa selalu meminimalisir konflik dan mempertahankan hubungan kita kepada orang lain.

Maka dari itu, sesungguhnya ada tiga kata ajaib yang dapat melakukan hal itu. Berfungsi melancarkan, mempererat, dan menyatukan sebuah hubungan. Keajaiban ketiga kata ini begitu universal. Tidak terikat usia, jabatan, maupun logika. Semua berasal dari hati yang dewasa.

1. Maaf
Jika ada sebuah kata yang dapat menyatukan dua buah hati yang terpisah, maka pastilah kata itu adalah ‘maaf’. Sebuah kata biasa namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Bagaimana tidak? Dengan kata ini, sebuah luka pengkhianatan dapat terobati, permasalahan yang ada dapat teratasi, dan lubang di dalam hati pun dapat tertutupi.

Sudah seyogyanya orang salah meminta maaf. Anak SD pun tahu itu. Namun yang sering terjadi adalah lidah ini kelu bagai bisu. Kadang hati ini enggan bersatu. Entah karena gengsi atau malu. Tapi sadarkah sahabat? Rasa enggan dan malu tersebut tidaklah pada tempatnya.

Tidaklah benar apabila dikatakan bahwa orang yang meminta maaf adalah orang yang kalah. Justru orang tersebut adalah orang yang menang. Menang melawan ego dalam diri. Menang karena berani. Berani karena ia insan sejati. Sebagai bukti pendewasaan hati.

Sahabat, sungguh mulia orang yang berani meminta maaf. Bahkan Rosulullah Salallahu ‘Alaihi Wasalam pun mengajarkan kita untuk tidak bermusuhan lebih dari tiga hari. Maka dari itu, jangan ragu dalam meminta maaf atas kesalahan! Tapi ada yang perlu kita perhatikan sahabat, keajaiban dari ‘maaf’ ini akan kian melemah apabila digunakan tidak pada tempatnya, yaitu selalu digunakan untuk menutupi kesalahan namun terus melakukan kesalahan yang sama tanpa adanya niatan memperbaiki keadaan. Hal ini tentu saja akan menghilangkan kepercayaan yang diberikan orang lain pada kita.


2. Tolong


Jika ‘maaf’ dapat menyatukan hati yang terpisah, maka lain halnya dengan ‘tolong’. ‘Tolong’ dapat berfungsi sebagai perekat, pengggugah, dan penyeimbang dari sebuah hubungan. Sehingga ada penyamaan kedudukan dan saling memberi penghormatan.

Kadang kita terlupa menggunakan kata ini saat hendak membutuhkan sebuah bantuan. Sebuah kalimat permintaan tanpa kata ini akan bersifat memerintah. Namun siapa sih yang sudi diperintah? Dengan adanya sebuah perintah, maka ada yang namanya perbedaan strata hubungan.

Orang yang memerintah (sengaja atau tidak sengaja) akan terkesan orang yang lebih tinggi kedudukannya dari pada yang diperintah. Meski hal ini tanpa kita sadari, hal ini sering terjadi.

Coba perhatikan dua kalimat berikut,

“Ambilin buku itu donk!”

“Tolong ambilin buku itu donk!”

Mungkin sekilas keduanya nampak sama, namun jelas keduanya memiliki aura yang berbeda. Kalimat pertama terkesan memerintah sehingga memungkinkan ketidakikhlasan terbesit dari orang yang dimintai tolong. Kemudian jika orang yang dimintai tolong tersebut menolak, dikhawatirkan adanya perasaan yang tidak enak atau sakit hati nantinya.

Namun lain halnya dengan kalimat kedua yang terkesan meminta. Orang yang dimintai tolong akan tergugah untuk membantu dengan ikhlas. Kalau pun ia menolak, tidak jadi masalah. Tidak ada sakit hati di sana.

Mungkin imbuhan kata ‘tolong’ pada kalimat permintaan terasa sangat sepele. Namun di sini letak keajaibannya. Hal sepele itulah yang dapat membuat dua hati tetap terjaga. Karena di dalamnya terkandung toleransi, harga diri, dan juga cinta.

Tapi ingat, sama halnya dengan ‘maaf’, keajaiban kata ‘tolong’ akan melemah jika terus digunakan tidak pada tempatnya, yaitu selalu meminta tolong tanpa ada usaha yang pasti dari dalam diri.




3. Terima Kasih

 

Apabila ‘maaf’ adalah penyatu, ‘tolong’ adalah perekat, maka pastilah ‘terima kasih’ adalah penguat. Waktu kita kecil, orang tua kita pasti mengajarkan untuk mengucapkan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain.

Kata ajaib terakhir ini berfungsi untuk memberi apresiasi atau penghargaan atas apa yang diberikan orang lain pada kita. Karena sudah fitrah manusia untuk selalu dihargai, dihormati, dan diapresiasi apa yang mereka usahakan. Maka dari itu, berterima kasihlah ketika mendapatkan apa pun dan sekecil apa pun itu dan dari siapa pun. Selama itu masih dalam kebaikan tentunya. Ucapan terima kasih adalah cerminan orang yang bersyukur. Hanya orang sombonglah yang tidak mau berterima kasih.

Berbeda dengan kata ajaib sebelumnya, kata ini memiliki keajaiban yang tidak pernah melemah. Karena semakin sering digunakan, maka semakin kuat pula hubungan hati yang terjadi.



Oase Qalbu

Jumat, 22 Juli 2011

GAUL TAPI SYAR’I


Setiap manusia adalah : ingin saling mengenal, berteman, bersahabat atau bergaul (gaul). Apalagi di kalangan kaum muda yang memang sedang dalam tahap pencarian identitas. Ajaran Islam sejak awal telah memberikan rambu-rambu bagaimana bergaul secara aman dan baik (islami). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rosulullah saw bersabda : ”Seseorang akan selalu berada dalam kebaikan dan keburukan temannya. Maka hendaklah seseorang melihat (memperhatikan) siapa yang ia temani(HR.Abu Daud, Ahmad, dan Tirmidzi). Atau dalam pepatah Arab dikatakan :”Al mushohabatu tasriiqut thobi’ah – persahabatan itu mencuri tabiat. Dari kedua hadits tsb sangat jelas memberikan isyarat kepada kita akan perlunya memilih lingkungan yang kondisif, bukan hanya sekedar siapa teman kita, akan tetapi kultur apa yang akan kita terima sebagai basis pergaulan kita.
Permasalahan kita yang sekarang terjadi adalah fenomena dimana hampir sebagian besar kaum muslimin khususnya para generasi muda melakukan banyak kekeliruan-kekeliruan dalam pergaulannya. Mereka tidak lagi mengindahkan batas-batas syar’i (agama) sebagai panduan pergaulannya. Bahkan mungkin mereka justru tidak memahami norma-norma syari’at yang mengatur kehidupannya. Akibatnya, mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas, tanpa batas moral, tanpa etika, tanpa harapan dan cita-cita. 
Mereka barangkali bukan pihak yang serta merta disalahkan, karena penyebabnya sangat kompleks diantaranya adalah derasnya invasi budaya/pemikiran asing (ghozwul fikri) ke dalam tubuh kaum muslimin dengan melalui beragam media, minimnya keteladanan, lemahnya supremasi hukum dll.. Dampak negatif dari “gaul” yang tidak syar’i khususnya bagi generasi muda muslim, sungguh sangat dahsyat, diantaranya adalah : tercerabutnya jati diri Islami pada generasi muda kita, kehancuran akhlak, free sex, narkoba, tindak kekerasan, pengecut, pemalas, perusak, lemah, bodoh, tidak punya pendirian, tidak percaya diri, mudah terbawa arus, terbuai oleh mimpi-mimpi indah, tidak kreatif dll. Sedangkan karakteristik pemuda yang ideal adalah : pemberani, energik, pembaharu, kuat, moralis, istiqomah, kritis.

Gaul tapi Syar’i
Lalu bentuk pergaulan yang seperti apa yang selaras dengan nilai-nilai syar’i ? Sebenarnya pertanyaan ini sederhan kalau kita mengacu pada kesadaran moril kita sebagai kaum muslimin terhadap nilai-nilai Islam yang sudah seharusnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah ada seorang sahabat bertanya kepada Aisyah ra, :”Ya Aisyah kaifa kaana khuluquhu – ya Aisyah bagaimana akhlaq Rosulullah?”. Aisyah menjawab :”Kaana khuluquhul qur’aan – akhlaq Rosulullah adalah Al-Qur’an. Mengacu kepada makna hadits tsb, pergaulan yang syar’i adalah sebuah bentuk pergaulan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam atau yang berlandaskan Al-qur’an dan contoh Rosulullah saw (as-sunnah).

Fenomena prilaku yang merugikan dalam Gaul yang negatif  dan tidak sayar’i :

1.       Berlebihan dalam menonton TV
Bpk.Amidhan, Ketua MUI :”TV saat ini bisa dikatakan telah menggantikan peran Ulama, guru dan Orang Tua. Karena keberadaannya selama 24 jam dapat mempengaruhi mental dan moral remaja dan anak-anak (Media Indonesia, 15 Oktober 2005). Tayangan TV yg potensial merusak : adegan kekerasan, percintaan, mistis, kehidupan hedonis, pornoaksi dan pornografi dll.(lihat QS.Al-A’raf : 179)

2.       Dampak negatif iklan : Enjoy aja !
Secara psikologis pola pikir ini ternyata lebih banyak mudlorotnya dari pada maslahatnya. Akibatnya mereka ingin hidup tanpa beban, bebas, hidup tanpa tujuan yang jelas, terkadang bingung untuk melangkah dst. Maulana Wahidudin Khan dalam bukunya Psikologi Kesuksesan mengatakan bahwa sebuah dokar yang berjalan menempuh arah yang jelas akan lebih berarti dibandingkan pesawat jet yang berjalan tanpa arah dan tujuan.(lihat QS.Al-Hasyr : 18)

3.       Selogan :Sekarang ini zaman sudah edan, kalau tidak ikutan edan maka tidak kebagian”.
      Akibatnya anak muda yang rajin belajar, rajin beribadah, rajin ngaji bertingkah laku santun, di cap sebagai anak muda yang kampungan, kuper, kuno dan sebutan lainnya. Akan tetapi anak muda yang berpenampilan layaknya artis, belahan atas bawah, puser kelihatan, celana belel, rambut funky, daun telinga ditindik lima, merokok, minum-minuman keras, hura-hura, keluar masuk diskotik, mejeng di mal-mal, mereka mengatakan bahwa yang begini yang namanya anak gaul. (lihat QS.Al-Baqoroh : 120)

4.       Krisis Idola.
      Banyak anak remaja sekarang kehilangan figure yang tepat. Mereka lebih mengidolakan para selebriti dunia entertaint dari pada di bidang akhlak dan sains. Demi meniru life style idola pujaannya apapun dia lakukan, walaupun harus tekor (hutang), sebagaimana selogan yang akrab di telinga kita : ”Biar tekor asal kesohor”. Mereka ingin dikatakan ngeterend dan terkenal. Padahal idola kita seharusnya adalah Rosullah saw, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri tauladan tang baik bagimu…” (QS.Al-Ahzab : 21).

5.       Gaya menyerupai jenis kelamin yang lain.
      Laki-laki meniru-niru gaya perempuan dan sebaliknya. Di bulan suci Ramadhan ini, hampir semua TV menayangkan dagelan-dagelan dengan pemain ala waria, padahal Rosulullah saw mengutuk perbuatan tsb.”Tidak masuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita”. (HR.Ahmad).

6.       Budaya berpikir instan.
      Ingin hidup enak tapi tanpa kerja keras, akibatnya dengan melakukan jalan pintas misalnya : terlalu mengandalkan akses (kekayaan) OT, menjual harga diri, penipuan, budaya nyontek dll. Semboyan yang berlaku di kalangan mereka adalah ;”Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk syurga”. Padahal kesuksesan kita harus berdimensi lahir batin, oleh karena itu harus dengan upaya kerja keras dan tentunya yang halal.

7.       Kecanduan nongkrong.
      Sering kita saksikan di sudut-sudut gang terutama di malam hari, anak-anak usia remaja sembari kongkow-kongkow – genjrang genjreng, tertawa-tawa sambil merokok, minum, main kartu dll menghabiskan waktunya dengan sia-sia. Padahal Rosul bersabda :”Gunakan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu : gunakan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu, gunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, gunakan waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, gunakan waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, gunakan waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu(HR.Hakim, Baihaki).

8.       So’ modern.
      Kita sering salah tafsir bahwa berpakaian atau life style seperti orang barat itu disebut modern. Padahal itu adalah westernisasi. Modern identik dengan perkembangan iptek. Masyarakat modern berarti masyarakat yang berpikiran maju, dinamis dan berkembang, bukan pada asessoris yang merusak akhlak.”Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga andaikan mereka memasuki lubang biawak, kalian akan memasukinya juga.”Sahabat bertanya :”Wahai Rosulullah apakah mereka Yahudi atau Nashroni ?”.Beliau bersabda :”Siapa lagi ?” (HR.Bukhori Muslim).

9.       Sering kita dengar : Gaul dong, jngn kuper ntar ngak punya teman !.
      Boleh saja kita gaul dengan semua segmen terutama dalam rangka on mission (da’wah). Untuk sahabat harus kita cari yang bisa membawa iman kita tetap stabil. Pesan Rosul :”Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk bagaikan pembawa minyak wangi dan peniup tungku api (pandai besi). Pembawa minyak wangi bisa saja memberi (minyak wangi) padamu, serta engkau mencium semerbak wangi darinya. Sedangkan peniup tungku api , bisa saja membakar baju anda, dan anda pun mencium bau tidak sedap darinya”(HR.bukhori Muslim).

10.    Ngumbar Aurat.
      Khusus bagi muslimah hendaknya sopan dalam berpakaian, lebih indah lagi kalau sudah siap menutup aurat. Banyak temen-temen remaja kita berpakaian seolah-olah kurang bahan, semua titik-titik rawan kelihatan dan menjadi konsumsi publik. “Hai Nabi ! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak gadismu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutup tubuhnya dengan jilbab. …” (QS.Al-Ahzab : 59).

11.    Ada semboyan : “Kelapa muda kupas-kupasin, kelapa tua tinggal batoknya – Selagi muda puas-puasin, sudah tua tinggal bongkoknya”.
      Ini semboyan gaul yang membahayakan. Boleh saja kita puas-puasin tapi asal yang positif jangan hal yang negatif. Misalnya : puas-puasin menuntut ilmu, belajar yang bermanfaat untuk masa depan, puas-puasin ibadah, beramal sholeh dsb.Lihat hadits Rosul pada point 7 diatas.

12.    Pacaran yang sudah menjadi budaya.
      Di era tahun 70 an, pacaran masih dianggap perbuatan yang tercela. Tapi sekarang, malu kalau belum punya pacar, bahkan OT kita pun akan malu anaknya belum punya gebetan. Yang lebih parah pacaran jaman sekarang seperti layaknya sudah suami istri – kenal luar dalam. Akhirnaya muncullah tragedy MBA (Married by Accident) – hamil duluan sebelum nikah. Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk (QS.Al-Isro : 32). Dalam sebuah hadits :”Jika kepalamu ditusuk dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita bukan muhrim”(HR.Thabrani & Baihaqi).

13.    Kecanduan film porno.
      Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan, pergaulan bebas, free sex, penyimpangan sex,  dilakukan setelah si pelaku termotivasi akibat nonton film-film porno. Yang menyedihkan adalah Indonesia merupakan negara pemasok gambar cabul untuk sebuah situs pornografi internet terbesar di dunia.”Apabila perzinahan (pelacuran/pergaulan bebas) sudah meluas di masyarakat dan dilakukan secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit yang mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada zaman nenek moyangnya akan menyebar diantara mereka”(HR.Ibnu Majah & Baihaqi).

14.    Coba-coba menjadi perokok.
      Sekedar ingin dibilang sudah gede, dewasa, ingin dianggap jantan atau macho,  lalu coba-coba untuk merokok. Di Indonesia merokok masih dianggap makruh (dibenci), padahal di negara-negara timur tengan sudah dianggap haram. Menjadi aib kalao ada seorang Ustadz merokok. Survey yg pernah dilakukan salah seorang aktifis LSM, terhadap para siswa/I di SMA Negeri/Swasta di Jakarta (Thn 2005) menunjukkan 66,6 % pelajar laki-laki pernah merokok. 14,8% pelajar wanita pernah merokok. Dalam rokok mengandung 4000 macam bahan kimia berbahaya,diantaranya nikotin, tar, karbon monoksida, benzen, nikrosamin dll, yang akibatnya akan dirasakan 10 – 20 thn yad. Dari Ummu Salamah ra ;”Rosulullah saw telah melarang semua yang memabukkan dan mencelakakan al-muftir (Hadits Shohih riwayat Abu Dawud).

15.    Coba-coba minuman keras (khomer), narkoba & terseret arus judi.
      Banyak anak remaja yang merasa gagah kalau mabuk-mabukan, merasa jentle/jantan. Padahal tanpa disadari akan merusak system syaraf dan psikologisnya, sehingga kalau sudah kecanduan maka dia akan menjadi pribadi penakut, minder dan tidak PD. Yang lebih menyedihkan lagi adalah angka penyalah guna narkoba 1,5% dari penduduk Indonesia atau 2,3 juta orang sebagian besar adalah usia muda. Setiap tahunnya 15.000 nyawa melayang karena narkoba. Begitupun dengan judi, adalah penyakit tua yang sangat berbahaya. Lebih bahaya lagi kalau mentalitas judi sudah merasuk pada semua aspek.”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khomer (arak), berjudi, …. Adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan.Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan (QS.Al-Maidah : 90).

16.    Bahaya Ikhtilat (bercampur laki dengan perempuan).
      Islam sejak dini melarang bentuk-bentuk pendekatan zina, semisal ikhtilat (percampuran tanpa batas syar’I antara laki-laki dengan perempuan).”Dan janganlah kamu mendekati zina …(QS.17:32). Akibat ikhtilat di semua sector, maka terjadilah pergaulan bebas, sex bebas, hamil di luar nikah, aborsi, pelacuran dst. Media Indonesia, 8 Maret 2005 melansir bahwa 10% remaja setuju dengan sex di luar nikah, 71% dari yg pernah berpacaran pernah melakukan hubungan sex. Dengan pacarnya. Di Jawa Barat : 5,6 % dari 8,7 juta remaja telah melakukan sex bebas pra nikah.

17.    Serangan dahsyat Ghozwul Fikri : food, fashion, film, song, sex, sport, art, education.
      Invasi militer dianggap tidak efektif untuk melemahkan kaum muslimin, maka dirancanglah strategi baru dengan invasi pemikiran (ghozwul fikri). Media yang dipakai diantaranya : food, fashion, film, song, sex, sport, art, education dll. (lihat QS. 2:120 / 2:217). Zweimer, seorang yahudi missionaries berkata pada sebuah konfrensi di Yerussalem (1933) :”Sesngguhnya tugas kalian adalah mengeluarkan kaum muslimin dari agamanya supaya dia menjadi seorang makhluk yang tidak ada hubungannya dengan Allah”

18.    Dll.

Solusi bagi pergaulan yang syar’i :

Diantara solusi untuk menciptakan kehidupan pergaulan remaja yang syar’i yakni dengan kembali kepada tuntunan Rosulullah saw dalam bergaul. Dan diantara sarana yang tepat untuk merealisasikan maksud tersebut tidak lain hanya dengan menempuh proses interaksi dan internalisasi yang mendalam dan kontinyu dengan nilai-nilai Islami. Salah satu wadah yang tepat untuk menempa proses tersebut adalah dengan melalui Tarbiyyah Islamiyyah yang bersifat :
1.       Mustamiroh (terus menerus tanpa henti)
2.       Takwiniyyah (berorientasi pada pembentukan kepribadian bukan hanya transfer ilmu)
3.       Mutadarrijah (bertahap dan memiliki program yang jelas)
4.       Kaaffah (menyeluruh tidak juziyyah atau parsial)

Sedangkan karakternya adalah :
1.       Robbaniyyah : dalam materi, tujuan, sasaran, motivasi, metode dan caranya.
2.       Akhlaq sebagai sarana : berorientasi pada akhlak baik dalam proses maupun hasil-hasilnya.
3.       Syumuliyyah : adanya kemenyeluruhan (keseimbangan) dalam pembinaan baik ruhiyyah, fikriyyah maupun jasadiyyah/harokiyyah.
Oleh : H. Abdul Kholik, S.Pd